FRAKTUR CRURIS PDF

Menurut pasien, 3 jam sebelumnya ketika pasien sedang mengendarai sepeda motor, pasien bertabrakan dengan motor lain dari arah yang berlawanan sehingga pasien terjatuh dan tungkai bawah tertimpa motor. Pasien memakai helm saat itu. Pasien sadar, tidak muntah. Tampak deformitas angulasi pada cruris dextra.

Author:Tolar Shakaktilar
Country:Spain
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):25 April 2004
Pages:317
PDF File Size:9.13 Mb
ePub File Size:14.50 Mb
ISBN:205-4-66440-169-8
Downloads:99429
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kagagar



Menurut pasien, 3 jam sebelumnya ketika pasien sedang mengendarai sepeda motor, pasien bertabrakan dengan motor lain dari arah yang berlawanan sehingga pasien terjatuh dan tungkai bawah tertimpa motor. Pasien memakai helm saat itu. Pasien sadar, tidak muntah.

Tampak deformitas angulasi pada cruris dextra. Identifikasi Kata Sukar : - Deformitas angulasi merupakan perubahan derajat pada struktur tulang 2. Laki-laki berusia 30 tahun 2. Keluhan nyeri tungkai kanan bawah 3. Pasien mengalami kecelakaan 3 jam sebelumnya 4. Kakinya tertimpa motor 5. Pasien sadar, tidak muntah 6. Bagaimana alur penegakan diagnosis terkait keluhan pasien tersebut? Apa sajakah diagnosis banding yang didapatkan dari keluhan pasien tersebut? Pemeriksaan penunjang apa saja yang dapat dilakukan untuk menegakan diagnosis dari pasien tersebut?

Apa penyebab terkait keluhan pasien tersebut? Apa factor resiko yang dapat mempengaruhi terjadinya keluhan terkait? Bagaimana patomekanisme dari deformitas angulasi? Bagaimana penatalaksanaan yang dilakukan terhadap pasien? Apa saja komplikasi yang dapat terjadi terkait keluhan pasien tersebut? Bagaimana prognosis dari keluhan pasien tersebut?

Diagnosis banding 1 Fraktur displacement: - Shorting displace - Angulasi 2 Fraktur terbuka cruris dextra 3 Fraktur tertutup cruris dextra 3.

Berdasarkan diagnosis sementara yaitu fraktur tertutup cruris, dapat disebabkan karena adanya cedera atau trauma pada bagian tersebut, atau juga karena fraktur patologis, yang disebabkan karena adanya riwayat penyakit lain seperti neoplasma, necrosis, penyakit metabolic, osteoporosis dan lain sebagainya. Fraktur Tertutup Cruris Dextra 3 5. Faktor yang mempengaruhi dapat terjadi keluhan tersebut yaitu adanya trauma dan atau adanya factor stress fisik.

Berdasarkan data yang diberikan oleh pasien bahwa 3 jam sebelumnya ia mengalami kecelakaan sepeda motor dan kakinya tertimpa motor, kemungkinan besar mempunyai resiko adanya fraktur yang menyebabkan tungkai bawah pasien tersebut tampak deformitas angulasi atau perubahan struktur bentuk sudut.

Airway : Kelancaran bernafas b. Breathing : Sirkulasi yang baik meliputi fungsi paru, diafragma dan dinding dada c. Circulation : Kontrol baik peredaran darah. Pada fraktur terjadi kehilangan darah d. Disability : Keadaan neurologis, reaksi pupil, tanda-tanda kesadaran pasien e. Exposure : Batasi terjadinya paparan langsung dengan daerah terjadinya trauma 8.

Komplikasi yang dapat terjadi, yaitu: 1. Kerusakan jaringan tubuh 2. Emboli lemak 3. Komplikasi dari implant pada saat dilakukan fiksasi 4.

Sudeck atrophy 5. Necrosis avascular 9. Prognosis terkait scenario adalah baik, jika pasien dibawa secepat mungkin ke RS sesaat setelah kejadian trauma, jenis fraktur yang diderita pasien ringan, Fraktur Tertutup Cruris Dextra 4 bentuk dan jenis perpatahan simple, pasien sadar, tidak muntah, tidak terjadi infeksi pada sirkulasi darah, dan sirkulasi darahnya lancar. Mahasiswa mampu menjelaskan alur penegakan diagnosis terkait scenario.

Mahasiswa mampu menjelaskan diagnosis banding yang didapatkan berdasarkan skeanario. Mahasiswa mampu menjelaskan pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk menegakan diagnosis pasti.

Mahasiwa mampu menjelaskan penyebab terkait penyakit yang diderita pasien. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit yang diderita pasien tersebut. Mahasiswa mampu menjelaskan patomekanisme terkait penyakit yang diderita pasien. Mahasiswa mampu menjelaskan penatalaksanaan yang dilakukan terhadap pasien tersebut. Mahasiswa mampu menjelasakan komplikasi yang dapat terjadi pada pasien tersebut.

Mahasiswa mampu menjelaskan prognosis terkait penyakit yang diderita penyakit tersebut. Keluhan utama lainnya deformitas bila terjadi deformitas perlu ditanyakan berapa lama keluhan dirasakan, kemana pasien meminta pertolongan sebelum ke rumah sakit, apakah pernah ke dukun urut. Keluhan lainnya yaitu kekauan pada sendi, pembengkakan pada ekstremitas, kelemahan otot, gangguan atau hilangnya fungsi, gangguan sensibilitas. Perlu dianamnesis secara lanjut juga riwayat klinis pasien meliputi riwayat penyakit sekarang dengan menanyakan pernah mengalami trauma yang menyebabkan keluhan-keluhan yang dirasakan, riwayat penyakit dahulu dengan menanyakan penyakit-penyakit yang dialami sebelumnya yang mempunyai hubungan dengan masalah yang dialami pasien sekarang kemudian tanyakan riwayat penggunaan obat-obatan sebelumnya yang digunakan dan apakah terdapat alergi atau tidak terhadap obat tertentu, riwayat keluarga perlu ditanyakan apakah ada keluarga yang mengalami keluhan yang sama dengan pasien, dan pengkajian psiko social spiritual dimana dokter melihat penampilan, perilaku, afek, suasana hati, lafal isis dan kecepatan berfikir, presepsi, kognitif, tingkat kesadaran pasien, perilaku, penampilan, bahasa, fungsi intelektual, ingatan, pegetahuan, serta jenis pekerjaan.

Pengkajian fisik secara umum Bila ada gejala khas atau temuan fisik disfungsi musculoskeletal, temuan pengkajian harus didokumentasikan dengan cermat. Data ini akan menentukan perlunya pengkajian dan pendekatan diagnosis yang lebih ekstensif.

Skelet tubuh dikaji dengan berfokus pada deformitas dan kesejajaran. Pertumbuhan tulang yang abnormal akibat tumor tulang dapat dijumpai. Pemendekan ekstremitas, amputasi, dan anatomis tubuh tidak sejajar harus dicatat.

Angulasi abnormal pada tulang panjang atau gerakan pada titik selain sendi biasanya menunjukkan adanya patah tulang , bisa teraba krepitus pada titik gerakan abnormal. Gerakan fragmen tulang harus diminimalkan untuk mencegah terjadinya cedera lanjut. Pengkajian fisik secara lokalis Pengkajian fisik lokalis meliputi inspeksi, palpasi, dan penilaian gerakan baik aktif maupun pasif. Pada inspeksi yang harus dilihat meliputi jaringan lunak yaitu pembuluh darah, saraf otot, tendon,ligament, jaringan lemak, fasia, dan kelenjar limfe kemudian lihat kulit meliputi warnanya, lihat tulang dan sendi, kemudian jaringan parut, benjolan, pembengkakan,posisi dan bentuk dari ekstremitas.

Pada palpasi yang perlu diperhatikan suhu kulit, palpasi jaringan lunak untuk mengetahu adanya spasme otot, atrofi otot, penebalan membran jaringan sinovia, tumor, palpasi tulang diperhatikan permukaan , ketebalan, penonjolan dari tulang, penilaian deformitas yang menetap, palpasi apakah ada nyeri tekan atau tidak, dan pengukuran anggota gerak terutama anggota gerak bawah. Kemudian dilanjutkan dengan pengkajian terhadap sendi, menilai range of motion ROM , pengkajian otot, pengkajian saraf, pengkajian pembuluh darah.

Pemeriksaan lainnya meliputi pengkajian diagnostic artroskopi, pengkajian diagnostic artosentesis, pengkajian diagnostic biopsy, dan pengkajian laboratorium. Pemeriksaan penunjang akan dibahas lebih lagi pada pembahasan pemeriksaan penunjang. Tingkat 0 : fraktur biasa dengan sedikit atau tanpa cedera jaringan lunak sekitarnya. Tingkat 1 : fraktur dengan abrasi dangkal atau memar kulit dan jaringan subkutan. Tingkat 2 : fraktur yang lebih berat dengan kontusio jaringan lunak bagian dalam dan pembengkakan.

Tingkat 3 : Cedera berat dengan kerusakan jaringan lunak yang nyata dan ancaman sindroma kompartement. Derajat III Luka lebar, rusak hebat, atau hilang jaringan sekitar. Ada beberapa pemeriksaan penunjang pada pasien fraktur antara lain:5 1. Pemeriksaan roentgen : untuk menentukan lokasi, luas dan jenis fraktur 2.

Pemeriksaan darah lengkap : Ht mungkkin meningkat hemokonsentrasi atau menurun perdarahan bermakna pada sisi fraktur atau organ jauh pada trauma multiple. Peningkatan sel darah putih adalah respon stress normal setelah trauma. Kreatinin : Trauma otot meningkatkan beban kreatinin untuk klirens ginjal. Profil koagulasi : perubahan dapat terjadi pada kehilangan darah, transfuse multiple, atau cedera hati. Fraktur Tertutup Cruris Dextra 12 4. Etiologi dari fraktur menurut Price dan Wilson ada 3 yaitu:4 1 Cidera atau benturan 2 Fraktur patologik Fraktur patologik terjadi pada daerah-daerah tulang yang telah menjadi lemah oleh karena tumor, kanker dan osteoporosis.

Fraktur merupakan istilah dari hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan, baik yang bersifat total maupun sebagian, biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. Kekuatan, sudut dan tenaga tersebut, keadaan tulang itu sendiri, serta jaringan lunak disekitar tulang yang akan menentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidak lengkap.

Fraktur lengkap terjadi apabila seluruh tulang patah, sedangkan pada fraktur tidak lengkap tidak melibatkan seluruh ketebalan tulang. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya fraktur adalah sebagai berikut:1,6 1 Jenis kelamin Fraktur lebih sering terjadi pada laki — laki daripada perempuan dengan umur dibawah 45 tahun dan sering berhubungan dengan aktivitas fisik seperti pekerjaan, luka yang disebabkan oleh kendaraan bermotor atau olahraga.

Mobilisasi yang lebih banyak dilakukan oleh laki — laki menjadi penyebab tingginya risiko fraktur. Sedangkan pada orang berusia lanjut, perempuan lebih sering mengalami fraktur daripada laki — laki yang berhubungan dengan Fraktur Tertutup Cruris Dextra 13 meningkatnya insidens osteoporosis yang terkait dengan perubahan hormon pada menopause.

Aktivitas yang banyak akan cenderung mengalami kelelahan tulang dan jika trauma benturan atau kekerasan tulang bisa saja patah. Insidens kecelakaan yang menyebabkan fraktur lebih banyak pada kelompok umur muda pada waktu berolahraga, kecelakaan lalu lintas, atau jatuh dari ketinggian. Daya tekan pada saat berolahraga seperti hentakan, loncatan atau benturan dapat menyebabkan cedera dan jika hentakan atau benturan yang timbul cukup besar maka dapat mengarah pada fraktur.

Setiap tulang yang mendapat tekanan terus menerus di luar kapasitasnya dapat mengalami keretakan tulang. Dengan sedikit benturan dapat langsung menyebabkan patah tulang karena massa tulang yang rendah tidak mampu menahan daya dari benturan tersebut. Massa tulang berhubungan dengan gizi seseorang. Dalam hal ini peran kalsium penting bagi penguatan jaringan tulang. Massa tulang yang maksimal dapat dicapai apabila konsumsi gizi dan vitamin D tercukupi.

Pengurangan massa tulang terlihat jelas pada wanita yang menopause. Hal ini terjadi karena pengaruh hormon yang berkurang sehingga tidak mampu mengontrol proses penguatan tulang, misalnya pengaruh hormon estrogen. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi banyak menimbulkan fraktur. Patomekanisme Fraktur sendiri terjadi sesuai dengan bagaimana definisi fraktur itu sendiri. Terjadi diskontinuitas jaringan tulang akibat stres berlebih pada jaringan tulang.

Sewaktu tulang patah perdarahan biasanya terjadi di sekitar tempat patah ke dalam jaringan lunak sekitar tulang tersebut, jaringan lunak juga biasanya mengalami kerusakan. Reaksi perdarahan biasanya timbul hebat setelah fraktur.

Sel- sel darah putih dan sel anast berakumulasi menyebabkan peningkatan aliran darah ketempat tersebut aktivitas osteoblast terangsang dan terbentuk tulang baru umatur yang disebut callus. Bekuan fibrin direabsorbsidan sel- sel tulang baru mengalami remodeling untuk membentuk tulang sejati.

Insufisiensi pembuluh darah atau penekanan serabut syaraf yang berkaitan dengan pembengkakan yang tidak di tangani dapat menurunkan asupan darah ke ekstrimitas dan mengakibatkan kerusakan syaraf perifer.

LA CIUDAD AUSENTE RICARDO PIGLIA PDF

FRAKTUR CRURIS

Some Fraktur typefaces also include a variant form of the letter r known as the r rotunda , and many a variety of ligatures which are left over from cursive handwriting and have rules for their use. Most older Fraktur typefaces make no distinction between the majuscules "I" and "J" where the common shape is more suggestive of a "J" , even though the minuscules "i" and "j" are differentiated. One difference between the Fraktur and other blackletter scripts is that in the lower case o, the left part of the bow is broken, but the right part is not. While over the succeeding centuries, most Central Europeans switched to Antiqua, German-speakers remained a notable holdout. Printed in Uppsala.

BOYM FUTURE OF NOSTALGIA PDF

Crus fracture

Kajigar The method used in the fraktur cruris of fraktur cruris scientific publication that is using descriptive method with frakyur study approach is to perform nursing care in patients with open cruriw of cruris dextra beginning of fraktur cruris, intervention, implementation and evaluation of nursing. More information and software credits. After therapy 3 times the result to a decrease in the degree draktur pain, pain silent T1 T3 48 mm to 30 mm, tenderness T1 61 mm fraktir 42 fraktur cruris, 82 mm motion pain to 68 mm. Pain is a sensory experience and unpleasant emotional tissue damage due to actual or potential, or described in terms of such damage, deep breathing relaxation technique is one of the non-pharmacological methods fraktur cruris pain management nurses who can provide fraktur cruris patient with pain nursing diagnoses. So cruris fracture is a fracture that occurs in the tibia and fibula. View the profiles of people named Fraktur Cruris.

74C14 DATASHEET PDF

fraktur cruris

Latar Belakang Saat ini, penyakit muskuloskeletal telah menjadi masalah yang banyak dijumpai di pusat-pusat pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Penyebab fraktur terbanyak adalah karena kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas ini selain menyebabkan fraktur, menurut WHO juga menyebabkan kematian 1,25 juta orang setiap tahunnya, dimana sebagian besar korbannya adalah remaja atau dewasa muda. Fraktur adalah salah satu gangguan musculoskeletal yang umum yang disebabkan oleh trauma. Dengan semakin pesatnya kemajuan lalu lintas di Indonesia maka mayoritas fraktur adalah akibat kecelakaan lalu-lintas. Kecelakaan lalu-lintas dengan kecepatan tinggi sering menyebabkan trauma.

THE INDIAN CONTRACT ACT 1872 BARE ACT PDF

Fraktur (Schrift)

.

Related Articles